Yang Perlu Bunda Ketahui Seputar Makanan Kaya Zat Besi untuk Si Kecil Yang Perlu Bunda Ketahui Seputar Makanan Kaya Zat Besi untuk Si Kecil

Yang Perlu Bunda Ketahui Seputar Makanan Kaya Zat Besi untuk Si Kecil

02 September 2021
facebook icon whatsapp icon

Tahukah Bunda, saat Si Kecil genap berusia 6 bulan 97% kebutuhan zat besi, yang termasuk dalam nutrisi mikro, harus dipenuhi dari MPASI. Padahal zat besi sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak. Bagaimana supaya Si Kecil tak sampai kekurangan zat besi? Apakah ia perlu diberi makanan penambah darah? Yuk, baca penjelasan singkat mengenai kebutuhan zat besi anak dan makanan sumber zat besi di bawah ini.

 

 

Apa yang terjadi jika Si Kecil kekurangan zat besi?

Zat besi adalah mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah. Zat besi bekerja membantu membawa oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya dan membantu otot menyimpan serta menggunakan oksigen. Jika Si Kecil kekurangan zat besi, ia bisa mengalami defisiensi zat besi. Defisiensi zat besi ini sebenarnya cukup umum terjadi, mulai dari yang ringan sampai cukup berat atau disebut anemia defisiensi zat besi, dimana darah tidak memiliki sel darah merah sehat dalam jumlah yang cukup. Anemia defisiensi zat besi ini bila tidak ditangani dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

 

Kekurangan zat besi dapat berakibat tidak baik bagi perkembangan kecerdasan, perilaku, dan juga kemampuan motorik anak. Anemia defisiensi besi apabila dialami oleh anak di bawah usia 2 tahun dapat membuat respon anak menjadi lambat, lebih mudah rewel, dan sulit mengendalikan diri.

 

 

Bagaimana mencegah Si Kecil kekurangan zat besi?

Sesuai penjelasan di atas, sebagian besar kebutuhan zat besi Si Kecil perlu didapat dari MPASI. Karena itu, Bunda perlu memberikan asupan makanan kaya zat besi untuk Si Kecil, atau yang sering juga dikenal dengan istilah makanan penambah darah.

 

Apa saja yang termasuk ke dalam makanan penambah darah?

Contoh jenis bahan makanan penambah darah atau makanan sumber zat besi yang bisa Bunda olah dalam MPASI adalah daging merah dan hati ayam maupun sapi. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis makanan penambah darah lainnya.

 

  1. Daging merah dan unggas

Daging adalah makanan sumber zat besi yang dapat Bunda manfaatkan menjadi berbagai menu MPASI. Di dalam 100gr daging merah terdapat sekitar 2,7mg zat besi.

 

  1. Hati

Hati ayam maupun hati sapi juga merupakan makanan yang kaya zat besi. Contohnya, 100gr hati sapi mengandung 6,5mg zat besi.

 

  1. Ikan

Beberapa jenis ikan juga merupakan sumber zat besi, misalnya ikan tuna, makarel, sarden, dan sebagainya.

 

  1. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam mungkin Bunda sudah sering dengar sebagai makanan penambah darah. Di dalam 100gr bayam mengandung 2,7mg zat besi. Contoh lainnya, 156gr brokoli mengandung 1mg zat besi.

 

Daging merah dan hati merupakan sumber yang paling tinggi kandungan zat besinya dan diserap sebesar 23%. Sayuran hijau juga mengandung zat besi, tetapi penyerapannya hanya sekitar 3-8% saja.

 

Selain makanan sumber, apa lagi yang bisa menjadi sumber zat besi bagi anak?

Memberikan MPASI rumahan dikombinasi dengan MPASI fortifikasi juga dapat Bunda lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi Si Kecil. Pasalnya, untuk bisa memenuhi kebutuhan zat besi harian anak 6-12 bulan yang sebanyak 11gr, Si Kecil harus mengonsumsi sekitar 400gr daging sapi per hari atau hati ayam sebanyak 85gr sehari, yang tentunya sulit dilakukan mengingat kapasitas lambungnya yang masih kecil. Untuk itu, pemberian ASI, kombinasi MPASI rumahan dan MPASI yang difortifikasi dengan zat besi dapat membantu pemenuhan zat besi Si Kecil.

 

CERELAC Bubur Sereal Susu merupakan MPASI fortifikasi untuk Si Kecil yang tinggi zat besi serta diperkaya dengan 11 vitamin dan 6 mineral untuk bantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan dukung tumbuh kembang Si Kecil. CERELAC Bubur Sereal Susu terbuat dari bahan alam dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa seperti Bubur Sereal Susu Wortel, Bayam & Labu, Bubur Sereal Susu Pisang, Bubur Sereal Susu Beras Merah, dan Bubur Sereal Susu Ayam Sayur. Coba, yuk Bunda!